Tabligh Akbar: Ramadan sebagai Bulan Tarbiah, Masjid sebagai Baitut Tarbiyah
Sebuah Tabligh Akbar bertema “Ramadan sebagai Bulan Tarbiah, Masjid sebagai Baitut Tarbiyah” digelar dengan penuh antusiasme jamaah. Dalam kajian tersebut, Ustadz Anton Ismunanto menyampaikan pesan mendalam tentang makna Ramadan sebagai momentum pembinaan diri dan penguatan peran masjid dalam kehidupan umat.
Ramadan sebagai Pusat Latihan
Dalam ceramahnya, Ustaz Anton menggambarkan Ramadan sebagai training center atau pusat pelatihan tahunan bagi kaum Muslimin. Menurutnya, ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sarana melatih berbagai dimensi ketaatan secara serentak.
“Ramadan itu bulan latihan. Allah melatih kita menahan diri, mengendalikan emosi, menjaga lisan, bahkan mengawasi hati,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menekankan bahwa keberhasilan Ramadan tidak diukur dari banyaknya aktivitas ibadah semata, tetapi dari perubahan sikap dan kualitas diri setelah bulan suci berlalu.
Pentingnya Persiapan Batin dan Niat
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyoroti pentingnya pembenahan batin. Iktikaf, menurutnya, bukan hanya amalan di sepuluh malam terakhir Ramadan, tetapi dapat menjadi momen jeda kapan saja untuk menjauh sejenak dari kesibukan dunia demi merawat hati.
Selain itu, ia mengingatkan jamaah tentang kekuatan niat. “Seni orang beriman adalah mengumpulkan niat baik. Karena niat saja sudah bernilai pahala,” jelasnya. Dengan memperbanyak niat baik dalam setiap aktivitas, seorang Muslim dapat menjadikan seluruh aspek kehidupannya bernilai ibadah.
Prioritas: Meninggalkan yang Haram
Salah satu poin penting dalam ceramahnya adalah penegasan tentang skala prioritas dalam beragama. Ustadz Anton mengingatkan bahwa meninggalkan perkara yang haram lebih utama dibandingkan memperbanyak amalan sunah.
Menurutnya, tidak ada makna memperbanyak tarawih atau sedekah jika masih melanggar hak orang lain, menyakiti sesama, atau mengabaikan kewajiban utama. Ramadan, katanya, mengajarkan umat Islam untuk lebih disiplin dalam menjaga diri dari larangan Allah.
Ibadah yang Fleksibel dan Realistis
Ustadz Anton juga menyampaikan bahwa Islam memberi ruang kemudahan. Bagi jamaah yang bekerja di malam hari dan tidak dapat mengikuti salat tarawih berjamaah, mereka tetap dapat melaksanakan salat sunah beberapa rakaat di rumah.
“Mencari nafkah itu kewajiban. Jangan merasa kalah jika tidak bisa tarawih berjamaah. Allah melihat kesungguhan,” tuturnya.
Hal serupa berlaku dalam membaca Al-Qur’an. Jika tidak memungkinkan membaca langsung dari mushaf dalam waktu lama, jamaah dianjurkan memperbanyak bacaan melalui hafalan yang sudah dimiliki.
Tiga Pesan Utama Al-Qur’an
Menutup kajiannya, Ustadz Anton menyampaikan tiga pesan besar yang berulang dalam Al-Qur’an: mengagungkan Allah, berbakti kepada kedua orang tua, dan mendisiplinkan hawa nafsu. Ketiganya, menurut beliau, menjadi inti tarbiah yang harus diwujudkan selama Ramadan.
Kegiatan Tabligh Akbar ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan spiritual umat, sekaligus penguatan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan dan pembinaan karakter. Dengan menjadikan Ramadan sebagai bulan tarbiah, jamaah diharapkan tidak hanya meraih pahala, tetapi juga mengalami transformasi diri yang nyata.
***
Pemurojaah : Abu Nala R. Mujahidah
Ikuti kegiatan kami melalui :
🔍 Website : https://kuttabdaarussalaam.com/
📷 Youtube : https://www.youtube.com/@kuttabdaarussalaam6235/video
📱Instagram :
https://www.instagram.com/yayasanzamzamwannakhla/
https://www.instagram.com/kuttabdaarussalaam_jogja/
https://www.instagram.com/kbhalimahassadiyah/
https://www.instagram.com/rbqdaarussalaam/
https://www.instagram.com/rumahbaca_daarussalaam/
Jazakumullah Khoir ☺🙏